Edisi #143 Catatan mingguan 12 Oktober 2024

Catatan dari seseorang yang masih belajar mengajar, membaca, dan memperhatikan.

Saya menulis satu esai setiap minggu — biasanya panjang, kadang tidak rapi — tentang apa yang saya pelajari dari kelas, dari buku yang saya baca ulang, dan dari percakapan dengan murid yang lebih pintar dari saya.

— Anindita P.
Pengajar,
sejak 2014
foto ini diambil
saat saya sedang
marah pada kurikulum
Anindita Pramesti
Anindita, sebelum kelas pagi
XI
tahun ke
mengajar

Saya menulis bukan karena pandai, tapi karena tidak ada cara lain untuk berpikir.

Dimulai Februari 2018,
350+ tulisan, masih belajar.

Setiap Jumat malam saya duduk di meja yang sama, dengan cangkir yang sama, dan menulis apa yang masih saya tidak mengerti dari minggu itu. Kadang soal murid yang menangis di kelas. Kadang soal paragraf dari buku Pramoedya yang baru saya baca untuk ketujuh kalinya dan baru kali ini paham.

Saya tidak menulis untuk memberi tahu. Saya menulis untuk memperlambat pikiran saya sendiri — supaya tidak terburu-buru menyimpulkan, supaya tidak mudah marah pada sistem, supaya masih bisa memperhatikan murid-murid saya sebagai manusia, bukan sebagai dataset.

Beberapa tulisan di sini panjang dan serius. Beberapa hanya catatan kecil tentang satu kalimat yang saya dengar di koridor. Saya tidak membedakan keduanya — keduanya sama-sama cara saya mencoba tetap hidup sebagai pengajar.

Mengajar adalah bentuk paling jujur dari membaca — kamu dipaksa menjelaskan apa yang sebenarnya belum kamu pahami, dan kamu tidak bisa berbohong di depan 32 pasang mata. — dari catatan pribadi, Maret 2021

Jika Anda baru pertama kali datang ke sini, mulailah dari tulisan tentang ruang kelas yang sepi atau tentang seni bertanya. Keduanya paling jujur. Sisanya, silakan dipilih sesuai mood Anda hari ini.

Surat masuk juga diterima — terutama yang panjang, terutama yang tidak setuju dengan saya. Saya baca semua, walau tidak selalu sempat membalas dengan cepat.

Tulisan terdahulu

Menampilkan 6 dari 347
142
Mindset · 4 Okt 2024

Tiga pertanyaan yang lebih baik daripada "apakah kamu mengerti?"

Pertanyaan tertutup selalu menghasilkan jawaban tertutup. Saya mengganti tiga pertanyaan biasa dengan tiga pertanyaan yang lebih tidak nyaman — dan kelas saya berubah dalam dua minggu.

6 menit baca Baca →
141
Bacaan · 27 Sep 2024

Mengapa kita lupa 70% dari yang kita baca — dan apa yang harus dilakukan

Lupa bukan kegagalan. Lupa adalah cara otak memilih. Tapi kita bisa merancang bacaan supaya yang tersisa justru yang penting — bukan yang mudah diingat.

11 menit baca Baca →
140
Refleksi · 20 Sep 2024

Seni menganggur sebagai metode belajar yang serius

Saya melihat murid-murid saya paling kreatif saat mereka tidak melakukan apa-apa. Tapi sekolah tidak punya ruang untuk "tidak melakukan apa-apa". Inilah catatan tentang paradox tersebut.

8 menit baca Baca →
139
Tradisi · 13 Sep 2024

Apa yang diajarkan kaligrafi Cina tentang kesabaran

Tiga tahun belajar kaligrafi dengan guru yang sama. Yang dia ajarkan bukan teknik — tapi cara duduk, cara menahan napas, cara menerima garis yang salah tanpa marah pada diri sendiri.

9 menit baca Baca →
138
Kelas · 6 Sep 2024

Catatan dari mengajar anak-anak yang membenci sekolah

Kelas tambahan untuk anak yang sudah putus asa dengan sistem. Saya belajar lebih banyak dari mereka daripada dari buku pedagogi manapun yang pernah saya baca.

13 menit baca Baca →
137
Mindset · 30 Agt 2024

Mengapa saya berhenti mengejar produktivitas sebagai pengajar

Selama lima tahun saya mengukur diri saya dengan jumlah catatan, slide, dan modul yang saya buat. Tahun ke-enam saya berhenti. Inilah apa yang berubah — dan apa yang hilang.

7 menit baca Baca →

Tulisan-tulisan dikelompokkan berdasarkan pertanyaan, bukan kategori.

Saya tidak suka label seperti "pedagogi" atau "psikologi" — terlalu akademis. Saya kelompokkan tulisan berdasarkan pertanyaan yang sedang saya renungkan saat menulisnya.

Sedang saya baca ulang bulan ini

beberapa buku yang saya buka lagi — dan kenapa

01
Sapiens
Yuval Noah Harari
baca ke-3
bab tentang revolusi kognitif — saya baca ulang tiap tahun
02
The Shallows
Nicholas Carr
baca ke-2
untuk mengingatkan diri sendiri kenapa saya perlahan-lahan berhenti scrolling
03
Anthropologi
Indeks
baca ke-4
dan ini tahun ke-empat saya masih suka baca ulang tulisan Pram
04
Pedagogy of the Oppressed
Paulo Freire
baca ke-5
buku yang membuat saya malu setiap kali membuka halaman pertamanya